RT - readtimes.id

Akar Sejarah Konflik Palestina-Israel

Readtimes.id– Perayaan hari besar umat muslim dunia tahun ini diiringi dengan kabar pilu yang kembali datang dari daratan Timur Tengah (Middle East). Eskalasi konflik Palestina-Israel kembali mencapai puncaknya, setelah beberapa pekan terjadi aksi saling kecam yang diawali dengan bentrokan di jalan-jalan kota suci Yerusalem.

Seperti pada tahun-tahun sebelumnya, konflik kedua negara selalu menyita perhatian dunia, terlebih negara-negara yang mayoritas penduduknya Islam, namun konflik tahun ini sangat dikecam karena otoritas Israel memblokir Gerbang Damaskus jalur ke Haram esh- Sharif atau yang biasa disebut sebagai Kompleks Masjid Al-Aqsa oleh umat Muslim yang terletak di Kota Lama Yerusalem. Tidak hanya itu,  pasukan keamanan Israel juga menyerang jamaah yang tengah berkumpul di Masjid Al-Aqsa. 

Penyerangan bertubi-tubi dengan pola yang berulang, nampak mengingatkan dunia bahwa konflik yang diawali karena perebutan wilayah dengan pelibatan simbol-simbol agama seperti yang berusaha dijelaskan oleh seorang pakar kajian Timur Tengah dan Islam, Universitas Indonesia, Yon Machmudi, pada readtimes.id, sejatinya belum menemui titik terang hingga kini, meskipun dalam perjalanannya tidak sedikit negara di dunia telah turun tangan menjadi mediator konflik kedua belah pihak.

 ” Semua berawal dari gerakan Messiah kelompok zionis yang diprakarsai oleh Theodor Herzl, dimana kelompok ini percaya bahwa untuk mengakhiri rasa tidak aman dari penyiksaan, persekusi yang dialami orang-orang Yahudi di Eropa,  mereka membutuhkan sebuah tempat aman yang kemudian disebut sebagai tanah perjanjian ( promised land) yang kini menjadi tempat berdirinya negara Israel, ” ujar Kepala Program Studi Kajian Timur Tengah dan Islam Universitas Indonesia (PSKTTI UI) tersebut.

Pihaknya juga menceritakan bahwa terpilihnya Palestina sebagai promised land, di antara negara lain yang sebelumnya juga pernah menjadi opsi, seperti Uganda, Kanada, California dan beberapa negara lain di dunia, pada dasarnya tidak terlepas dari kondisi Palestina yang kala itu merupakan bagian dari tanah jajahan Kesultanan Turki Utsmaniyah yang terpaksa dilepaskan karena kalah melawan Inggris dalam perang dengan bantuan para Yahudi Zionis . Adapun para Zionis mau membantu Inggris dalam perang tersebut, karena dalam deklarasi Balfour ( 1917), Inggris berjanji akan memfasilitasi mereka dalam mendapatkan tanah atau homeland  yang mereka inginkan tersebut, jika saja Inggris menang dalam peperangan.

” Selain itu sejarah bahwa sebagian besar nenek moyang Yahudi lahir di sana, serta beberapa Nabi, seperti Musa, Sulaiman, Isa juga menjadi alasan lain komunitas Yahudi Zionis memilih tanah Palestina sebagai promised land mereka dan berbondong-bondong datang ke sana. Dan pendirian negara Israel ini juga menjadi awal rusaknya budaya toleransi antar umat beragama yang ada di Yerusalem, dimana Islam, Kristen, Yahudi dulu pernah hidup berdampingan, ” ujar Direktur Eksekutif Inisiatif Moderasi Indonesia (Inmind) Institute ini.

Ketika disinggung apakah semua Yahudi itu adalah bagian dari kelompok Zionis, Yon Machmudi mengungkapkan bahwa tidak semua orang Yahudi itu Zionis, bahkan perlu dibedakan antara Zionis gerakan politik yang menggunakan isu Yahudi, dengan yang murni agama Yahudi.

” Jadi mereka ini terbagi menjadi dua kelompok. Ada yang sepakat dengan kelompok  Zionis, dan ada pula kelompok penentang Zionis yang mendirikan  negara Israel, seperti para Rabi Yahudi yang ada di Inggris. Tak semua dari mereka bersepakat dengan apa yang diyakini oleh Theodor Herzl yang sejatinya adalah seorang sekuler yang memanfaatkan isu agama Yahudi untuk merebut sebuah wilayah, ” tambahnya.

Seperti yang diketahui hingga saat ini, tak sedikit  kelompok Yahudi di dunia yang menolak untuk bergabung dengan Israel, karena seperti di Amerika misalnya, mereka telah mendapatkan status warga negara, dan mendapatkan tempat aman seperti tujuan awal diaspora mereka ke seluruh belahan dunia, yang dimulai sejak ratusan tahun lalu.

Avatar

Ona Mariani

Tambahkan Komentar

Advertisement

Follow Kami

Jangan biarkan infomasi penting dan mendalam dari kami terlewatkan! Ikuti sosmed kami: