RT - readtimes.id

Asdar Marzuki, Ekspor Rumput Laut Terbuka dan Mendunia

Readtimes.id – Pandemi Covid-19 mempengaruhi banyak sektor perekonomian. Kendati demikian, sektor perikanan nasional justru memberikan tren positif. Sektor perikanan bahkan digadang-gadang menjadi ketahanan pangan domestik yang menyumbang devisa negara.

Indonesia memiliki garis pantai dan lautan yang luas disertai dengan ketersediaan ikan dan hasil laut yang  melimpah.   Dengan demikian, pemerintah perlu mensinergikan semua dunia usaha dan nelayan yang selama ini menggeluti bisnis perikanan dan kelautan. Peran dan partisipasi kaum milenial di sektor ini juga tak kalah penting.  Mereka bisa menjadi ujung tombak penggerak ekonomi nasional yang dengan bermodal pengalaman dan keilmuan.

Pengusaha Rumput Laut, Asdar Marzuki mengatakan, ekspor perikanan atau hasil laut sekarang mulai menggeliat walaupun masih terpengaruh pandemi Covid 19.  Beberapa negara tetangga juga masih menerapkan lockdown, seperti Malaysia, Australia, Kanada, Prancis dan Filipina. Tentu hal ini mempengaruhi kinerja ekspor kita termasuk perikanan.

Peran pemuda pun mulai bermunculan terutama bagi mereka alumni sekolah perikanan atau perguruan tinggi. Beberapa dari mereka muncul menjadi pengusaha pemula di bidang perikanan berbasis kekinian hingga ekspor.

“Sejak tahun 2007 menjalani pengusaha rumput laut dan sudah beberapa kali melakukan ekspor. Namun, perlu diketahui bahwa yang menjadi primadona ekspor khusus perikanan adalah rumput laut, udang, tuna, kepiting, dan sebagainya,” ujarnya kepada readtimes.id, Senin 7 Juni 2021.

Sejak usia 28 tahun, Asdar telah melakoni usaha rumput laut. Alasan memilih komoditi rumput laut karena dari sepuluh komoditas unggulan Sulsel, tujuh diantaranya adalah komoditas perikanan. Selain itu, secara keilmuan, ia juga alumni perikanan.

Asdar Marzuki yang juga anggota Asosiasi Rumput Laut Indonesia ini menyarankan, bagi para pebisnis dibidang perikanan perlu ada kolaborasi dan partisipasi, mengingat  dunia sudah menuju global value chain. Yang mesti dilakukan adalah memperluas jaringan produksi, olahan dan pasar atau supporting system bisnis ekspor. Artinya, selain belajar tentunya bagi pengusaha pemula harus banyak ikut bergabung ke asosiasi yang dapat mengayomi dan mengakomodir kepentingan para pengusaha muda pemula.

“Melihat kawasan Indonesia Timur,  daerah yang memiliki potensi dalam pengembangan hasil laut dan perikanan yang bagus. Namun potensi ini perlu dibarengi dengan infrastruktur dan logistik yang baik sehingga bisa berdaya saing. Alam dan budaya menjadi faktor pendukung pengembangan sektor perikanan tersebut,” ujarnya.

Ekspor Perikanan Terus Meningkat

Data BPS Maret 2021, nilai ekspor produk perikanan mencapai USD 476 juta atau meningkat 19% apabila dibandingkan nilai ekspor sebelumnya. Secara kumulatif pada periode Januari-Maret 2021, nilai ekspor produk perikanan mencapai USD 1,27 Miliar atau naik 1,4% dibanding periode yang sama tahun 2020 dengan surplus neraca perdagangan sebesar USD 1,14 Miliar atau naik 0,34% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.

Pada periode tersebut, negara tujuan ekspor utama adalah Amerika Serikat, Tiongkok, Jepang, Asean, Uni Eropa, dan Timur Tengah. Sedangkan komoditas ekspor utamanya meliputi Udang, Tuna-Cakalang-Tongkol, Cumi-Sotong-Gurita, Rajungan-Kepiting, Rumput Laut, dan Layur.

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mengungkapkan impor produk perikanan mencapai 42.079 ton, dengan nilai US$65,34 juta atau sekitar Rp942,2 miliar (kurs Rp14.420 per dolar AS) pada periode Januari-Februari 2021. Impor didominasi oleh komoditas tepung ikan dengan volume impor sebesar 24.465 ton atau setara 58,1 persen dari total ekspor. Nilainya sebesar US$16,94 juta.

Meski demikian, tantangan pasar yang di hadapi masih merupakan imbas pandemi Covid-19 serta kebijakan yang masih kurang berpihak pada kepentingan daya saing pengusaha. Semoga Pemerintah melahirkan kebijakan yang mendukung usaha khususnya dibidang perikanan untuk berdaya saing di dunia internasional serta menjadi Mitra Pengusaha Indonesia yakni KADIN dan Asosiasi terkait.

Tambahkan Komentar

Advertisement

Follow Kami

Jangan biarkan infomasi penting dan mendalam dari kami terlewatkan! Ikuti sosmed kami: