RT - readtimes.id

Efek Skin Care Bagi Kulit

Menjadi seorang Wanita ternyata benar-benar harus Cantik. Semua itu karena bagi kebanyakan orang, cantik itu harus bekulit putih dan glowing, berhidung mancung, dan memiliki bentuk tubuh yang proporsional. Mereka mendefinisikan kecantikan itu hanya sebatas fisik saja.

Setiap kulit memang membutuhkan nutrisi seperti skin care, tetapi sebelum memilih skin care yang pertama perlu kita perhatikan adalah mengenali jenis kulit. Ada beberapa jenis kulit yakni kulit normal, kering, berminyak, kombinasi dan sensitive. Basic skin care yang di perlukan yaitu; cleanser, toning/toner, tabir surya dan moisturizer.

Banyak wanita yang melakukan berbagai cara agar terlihat “cantik” , sehingga sering tidak sadar menggunakan prodak kecantikan yang berbahaya. Namun membanjirnya produk kecantikan dengan bentuk yang cute dan review yang menggiurkan membuat perempuan di segala jenjang usia tertarik menggunakannya.

Saat ini,sedang hangat di bicarakan bahaya kandungan skin care yang perlu kita ketahui bersama. Menurut Dr dr Dhelya Widasmara SpKK(K) ada dua kandungan skin care yang sangat berbahaya bagi kulit; 1. Hydroquinon ( salah satu bahan aktif yang di gunakan untuk mengatasi bercak gelap pada kulit akibat penumpukan melamin. Bahan aktif ini tidak boleh di campur dalam skin care yang di jual bebas karena merupakan obat keras. 2.Mercury (merupakan zat kimia yang sering terkandung dalam sabun,krim wajah dan beberapa kosmetik yang di peruntukan sebagai pemutih instan.

Untuk mengetahui apakah skin care yang kita gunakan mengandung Hydroquinon dan Mercury biasanya tidak akan memiliki BPOM, tekstur skin care akan sangat sulit di aplikasikan dan baunya sangat menyengat. Banyak penjual skin care mencampurkannya dengan parfium yang berlebihan. Meskipun hasil dari penggunakan skin care ini terhitung cepat justru hal tersebut yang akan merusak kulit.

“Efek jangka panjang penggunaan skin care yang sangat fatal, akan terjadi Leucoderma(bintik putih pada kulit). Mengakibatkan wajah akan semakin rusak,kusam bahkan bisa memicu penyakit kuliat lainnya seperti kanker kulit. Penggunaan pemutih hydroquinon ini sebenarnya bisa di gunakan tetapi dalam pengawasan dokter kulit untuk penyakit tertentu seperti melasma(perubahan hormon) dan kadarnya memang harus sesuai kadar dokter tidak di jual bebas. ” tambah dokter lala kepada readtimes.id .

Pentingnya mengetahui jenis kulit sebelum mengunakan sesuatu pada kulit sangat perlu untuk di lakukan. Untuk memilih skin care pun sebaiknya di lakukan konsultasi langsung dengan dokter sehingga kita tidak perlu takut sehingga, akan ada yang bertanggung jawab langsung dengan permasalahan kulit kita.

Avatar

Fransiska Ignasia

400 Komentar

Follow Kami

Jangan biarkan infomasi penting dan mendalam dari kami terlewatkan! Ikuti sosmed kami: