RT - readtimes.id

Hijau yang Tak Sekadar Nama, Forest Green Rovers

Readtimes.id– Sebuah tim sepak bola umumnya dikenal sebagai sekelompok orang yang bermain menendang bola sebelas lawan sebelas. Namun, bagaimana jika ada tim yang tidak hanya terkenal karena mereka sebuah klub sepak bola, namun juga karena gerakan yang mereka lakukan? Forest Green Rovers salah satunya.

Kata Forest dan Green yang tersemat dalam nama tim yang berdiri pada 1889 tersebut nyatanya bukan sekadar nama yang menempel agar memberikan ciri khas terhadap tim mereka, namun juga mewakili apa yang dipercaya tim tersebut. Tidak hanya berpartisipasi di ajang olahraga, Forest Green Rovers juga mengusung ide mengampanyekan semangat ramah lingkungan.

Sebagaimana perjuangan mewujudkan keberlangsungan lingkungan hidup yang tak instan, langkah yang sekarang dilakukan Rovers pun nyatanya dilakukan sejak awal tim berdiri. Kampanye hijau Forest Green Rovers baru mereka mulai ketika diambil alih seorang pengusaha bernama Dale Vincent yang menyelamatkan tim tersebut dari kebangkrutan di 2010.

Sejak akuisisi, klub yang berbasis di Nailsworth ini pun memulai pengerjaan stadion ramah lingkungan. Pada Desember 2011, 180 panel surya dipasang di atap stadion dan berhasil menghasilkan 10 persen listrik yang dibutuhkan stadion. Selain itu, tim yang berjuluk Green Devils juga memperkenalkan robot pemotong rumput bertenaga surya yang dikendalikan dengan GPS pada 2012. Tidak lupa sistem irigasi untuk perawatan rumput organik lapangan pun juga menggunakan pemanfaatan air hujan.

Selain dalam operasional tim, Forest Green Rovers juga menerapkan prinsip hijau kepada pemain dan suporter mereka lewat kantin yang menggunakan bahan-bahan vegan dan meminimalisir makanan hewani. Klub ini pun mengelola katering nabati. Tidak lupa, para pemainnya juga didorong menggunakan mobil listrik sebagai alat transportasi.

Ide yang ditawarkan Forest Green Rovers (FGR) pun pada akhirnya menarik perhatian Hector Bellerin untuk membeli sebagian saham dari klub yang bermarkas di The New Lawn tersebut. Sorotan yang FGR peroleh tidak hanya membuat tim ini terkenal karena filosofi, namun juga sukses mengangkat klub dari kompetisi kasta rendah Inggris dan akhirnya masuk ke league two di musim 2017/2018.

Hingga artikel ini ditulis, Forest Green Rovers berpeluang naik ke tingkatan selanjutnya. Pasalnya, Jamille Matt dan kolega masih memuncaki klasemen sementara divisi ke-4 dalam piramida liga sepak bola di negeri Ratu Elizabeth tersebut. Bila dapat konsisten dalam 9 pertandingan terakhir, bukan tidak mungkin bila melihat tim dengan filosofi hijau ini berkompetisi di league one musim depan.

Apa yang diupayakan Forest Green Rovers merupakan contoh nyata bagaimana sebuah tim sepak bola juga dapat mendorong kebiasaan hidup dengan semangat ramah lingkungan. Meski tidak instan, selama dikelola dengan baik, bisa saja sebuah industri yang dijalankan dengan mengedepankan keberlangsungan lingkungan hidup bisa bersaing di level teratas.

Meski harus diakui, bahwa apa yang diupayakan tim tersebut, bukanlah sesuatu yang mudah dan butuh waktu yang tidak sebentar. Sebagaimana resep menjadi juara liga sepakbola, konsistensi dan kesabaran adalah kunci dalam upaya pelestarian lingkungan.

Dalam nuansa hari hutan dan air dunia yang jatuh pada 21 dan 22 Maret ini, menjadikan tim Forest Green Rovers sebagai contoh industri yang dapat bertahan di sebuah kompetisi sembari tetap bertahan dengan filosofi hijau yang diusung dapat pula dicoba oleh tim atau industri yang lain.

Penulis: Jabal Rachmat
Editor: Ramdha Mawaddha

Avatar

Jabal Rachmat Hidayatullah

Tambahkan Komentar

Follow Kami

Jangan biarkan infomasi penting dan mendalam dari kami terlewatkan! Ikuti sosmed kami: