RT - readtimes.id

Jason David Frank dan Kenangan Indah Serial Power Ranger

Readtimes.id- Minggu merupakan hari yang senantiasa menyenangkan bagi para anak sekolahan pada medio 1990 hingga 2010-an. Selain menjadi waktu beristirahat dari aktivitas sekolah, hari minggu juga menjadi waktu yang tepat untuk menikmati serial televisi favorit seperti Power Ranger.

Bagi anda penikmat serial televisi yang di produksi oleh Amerika ini tentu akan sangat kehilangan Jason David Frank, salah satu pemeran Power Ranger yang dikabarkan meninggal dunia pada Senin, (21/11) dalam usia 49 tahun dengan penyebab kematian yang masih menyisakan tanya.

Seperti yang diketahui Jason David Frank dikenal luas dalam perannya sebagai Tommy Oliver, anggota dari kelompok pembasmi kejahatan berkostum warna warni, Power Ranger. Berbeda dengan para aktor lain yang biasanya hanya sekali memainkan peran sebagai Ranger, pria kelahiran 4 September 1973 ini memerankan setidaknya 4 karakter ranger semasa hidupnya.

Dimulai dari perannya sebagai Ranger hijau di musim pertama Mighty Morphin Power Ranger, ia kembali lagi dalam balutan kostum berwarna putih dengan tema harimau di musim kedua. Pada dua musim pembuka waralaba adaptasi dari serial Jepang berjudul Super Sentai tersebut, Jason David Frank memiliki peran yang sangat kuat walau statusnya dalam tim hanyalah ranger tambahan. Namun, ketika ia sudah bergabung sebagai orang keenam, posisi pemimpin akan ia emban.

Kharisma dan sosok pemimpin yang lekat pada karakter yang diperankan oleh Jason David Frank ini masih berlanjut pada seri dua tahun setelahnya, Power Ranger Zeo. Sama seperti edisi sebelumnya, posisi pemimpin kembali ia pegang dengan kostum berwarna merah dan aksen berbentuk bintang pada seragam tempurnya. Terakhir, kemunculan di layar televisi Indonesia adalah ketika ia memerankan ranger hitam pada Power Ranger Dino Thunder.

Setelah 17 tahun berlalu dari peran ranger terakhir David Frank, waralaba pahlawan super ini masih terus eksis dengan rutin menghadirkan karakter baru setiap satu atau dua tahun. Eksistensi yang terjaga tersebut menggambarkan kesuksesan serial televisi yang ditujukan untuk anak-anak ini. Meski demikian, bukan berarti kehidupan para pemeran ranger tersebut di dunia nyata baik-baik saja.

Banyak dari para ranger yang selama masa pembuatan serial tersebut mengalami berbagai penunggakan gaji. Belum lagi sejumlah permasalahan tuntutan pekerjaan yang padat membuat para aktor dan aktris yang keluar di tengah proyek, seperti yang terjadi pada pemeran Power Ranger Kuning orisinal, Thuy Trang yang tidak mendapat perlakuan baik.

Sejumlah hal tidak mengenakkan selama pembuatan serial pahlawan super ini pun belum cukup, ditambah dengan permasalahan yang umum ditemukan pada mereka yang berkecimpung di dunia hiburan, penurunan popularitas. Walau berperan pada waralaba berumur lebih dari 20 tahun ini dapat memberikan kepopuleran, tetapi bukan berarti akan menjadi garansi bagi mereka dapat terus terkenal dan bisa menghasilkan uang dari bidang yang digelutinya. Sama halnya yang terjadi pada Pua Magasiva, pemeran Ranger Merah di serial Power Ranger Ninja Storm. Pria asal Selandia Baru tersebut terpaksa mengakhiri hidupnya karena berbagai persoalan yang dihadapinya.

Terlepas dari berbagai permasalahan yang menimpa para pemeran Power Ranger. Sosok mereka tentu akan selalu terkenang di dalam pikiran kita para generasi 90-an. Mereka akan hidup di dalam ingatan kita sebagai pemuda terpilih untuk memberantas alien jahat yang ingin menaklukkan bumi. Keberanian mereka tidak hanya menjadi hiburan bagi para anak kecil di penjuru dunia, tetapi juga akan menginspirasi. Selamat jalan Jason David Frank, karyamu akan selalu terkenang.

Selalu hidup penuh semangat
bagai langit yang terbakar merah dan Membara
Bersinar Lima bintang keadilan
yang membela kebenaran dengan semangat menyala
Ku Ingin melihat engkau tersenyum
Jangan bersedih, bersemangatlah dengan Star Ranger

Avatar

Jabal Rachmat Hidayatullah

Tambahkan Komentar

Follow Kami

Jangan biarkan infomasi penting dan mendalam dari kami terlewatkan! Ikuti sosmed kami: