RT - readtimes.id

KPU Makassar Ungkap Pantarlih Tidak Temui Kendala Saat Coklit

Readtimes.id– Komisi Pemilihan Umum Kota Makassar mengomentari terkait tahapan pemutakhiran data pemilih yang kini berlangsung. Menurut KPU, panitia pemutakhiran data pemilih di Makassar tidak menemui kendala pada saat bertugas di lapangan.

Ketua KPU Makassar, Yasir Arafat mengatakan hal ini karena Pantarlih bertugas di area tempat tinggalnya masing-masing yang mengenal lokasi coklit.

“Kalau menurut hemat saya sih tidak ada kesulitan karena yang kita pakai juga adalah warga setempat yang mengenal lokasi. Jadi kalau berbicara kesulitan insyaallah tidak ada, “ ujar Yasir usai FGD bersama media bertempat di salah satu Cafe di Makassar, Sabtu 6 Juli 2024.

Sementara itu ketika ditanya terkait adanya masyarakat yang menolak petugas Pantarlih di lapangan, Yasir mengatakan pihaknya belum mendengar soal informasi tersebut.

“Kalau kendala yang tidak mau dicoklit itu penerimaan masyarakat. Itu yang belum saya dengar sampai saat ini. Belum ada laporan masuk ke saya,” tambah Yasir

Sementara itu terkait update Kecamatan yang telah menyelesaikan coklit , Yasir mengatakan bahwa hingga saat ini sudah ada 4 kecamatan yang rampung proses coklit.

“Kami dapat dari teman-teman di bawah itu sudah 4 kecamatan yang 100 persen melaporkan telah selesai dalam proses coklit. Kecamatan yang sudah dicoklit itu kecamatan yang pertama Bontoala, Ujung Tanah, Wajo, dan Ujung Pandang, “ ujar Yasir.

Pihaknya juga menginformasikan bahwa usai tahapan coklit berakhir pada 25 Juli mendatang, KPU akan memasuki tahapan pencalonan.

“Alhamdulillah kemarin sudah turun PKPU 8 2024 tentang pencalonan. Tanggal 27 Agustus kami membuka pendaftaran pencalonan Wali Kota Makassar dan wakil wali kota Makassar,” ucapnya.

Adapun proses pendaftaran ini akan dilakukan selama tiga hari dan berakhir pada 29 Agustus.

Editor: Ramdha Mawaddha

Avatar

Jabal Rachmat Hidayatullah

Tambahkan Komentar

Follow Kami

Jangan biarkan infomasi penting dan mendalam dari kami terlewatkan! Ikuti sosmed kami: