RT - readtimes.id

Paul Pogba: Potensi yang Tertutup Kontroversi

Readtimes.id– Terbang tinggi lalu jatuh tersungkur, begitulah gambaran untuk karier seorang Paul Labile Pogba. Sempat berstatus sebagai pemain termahal dunia dan merengkuh trofi Piala dunia, kini ia harus menerima sanksi 4 tahun karena kasus doping.

Nama Pogba pertama kali mencuat ketika ia berseragam Juventus. Bersama tim Kota Turin, gelandang Prancis sukses meraih sejumlah rengkuh gelar domestik selama 4 musim mengabdi.

Pada awal kariernya tersebut, ia digadang-gadang bakal jadi yang terbaik di Eropa. Mencetak gol dan memberikan umpan ajaib sudah menjadi rutinitas Pogba bersama Juventus.

Kariernya di Timnas Prancis juga berjalan mulus. Sebelum meninggalkan Juve, ia sempat bawa negaranya ke laga final Euro 2016 sebelum ditumbangkan Portugal.

Setelah 4 tahun di tim Italia, ia akhirnya memutuskan “kembali” ke tim lamanya, Manchester United. Tak tanggung-tanggung, Pogba langsung memecahkan rekor transfer pemain termahal dunia saat itu.

Harapan para penggemar pun disandarkan pada pemain kelahiran 1993 tersebut. Ia diharapkan bisa mengangkat performa ‘Setan Merah’ yang tertatih setelah ditinggal Sir Alex Ferguson. Sayangnya, jauh panggang dari api.

Alih-alih membawa tim merah asal Manchester kembali ke puncak, Pogba malah lebih banyak berurusan dengan cedera. Tak hanya itu, ia bahkan lebih banyak menghabiskan waktu dengan drama, baik di dalam maupun di luar lapangan.

Gaya hidupnya yang glamour, ia yang lebih memprioritaskan produknya sendiri ketimbang berbenah untuk tim, hingga kebiasaan bersosial media Pogba dianggap jadi energi negatif untuk skuad Manchester United.

Salah satu drama yang paling diingat adalah ketika agennya, mendiang Mino Raiola yang menyebut sang pemain tidak dihargai oleh Manchester United. Puncaknya adalah ketika sang pemain merilis film tentang dirinya yang berjudul ‘The Pogmentary’.

Menurut Sportsmail, film itu adalah kesempatan yang gagal bagi Pogba untuk memberikan penghormatan kepada Setan Merah dan malah menunjukkan kehidupan pribadinya serta retaknya hubungan sang gelandang dengan jajaran klub.

Alhasil, sang pemain pun ‘kembali’ ke Juventus pada 2022 secara gratis. Sayangnya, alih-alih kembalikan performa, ia malah urung mendapatkan kepercayaan.

Cedera kambuhan yang terus datang menjadi salah satu alasan mengapa Pogba hanya memainkan 8 laga bersama ‘I Bianconerri’ dalam 2 musim terakhir. Pada akhirnya, hal tersebut membawanya ke jalan pintas untuk memulihkan diri, doping.

Pada Oktober 2023, Pogba dinyatakan gagal dalam tes doping. Meski hanya duduk di bangku cadangan, Pogba yang kala itu mendapat giliran tes akhirnya dinyatakan positif doping karena penemuan senyawa DHEA.

Pada akhirnya, pengadilan antidoping Italia (NADO) mengabulkan tuntutan dari federasi sepak bola Italia. Pogba dinyatakan bersalah dan dihukum sanksi selama 4 tahun lamanya.

Meski masih akan melakukan banding, banyak pihak yang memandang karier Pogba sudah tamat. Kombinasi antara performa yang tak kunjung membaik, kondisi tubuh yang tak prima, serta perilaku membawa Pogba menuju penghujung kariernya.

Terlepas dari hasil banding yang dilakukannya, Pogba bakal berusia 34 tahun ketika sanksinya selesai. Di usia yang tak muda lagi itu, bukan tidak mungkin jika tak ada lagi tim yang tertarik padanya.

Demikianlah Pogba, menjadi pesepakbola memang menjadikan kita berada dalam pusat perhatian dunia. Namun, semuanya tentu memerlukan tanggung jawab terhadapnya, baik dalam berperilaku maupun dalam menjaga performa diri.

Editor: Ramdha Mawaddha

Avatar

Jabal Rachmat Hidayatullah

Tambahkan Komentar

Follow Kami

Jangan biarkan infomasi penting dan mendalam dari kami terlewatkan! Ikuti sosmed kami: