RT - readtimes.id

Pelepas Dahaga dari Swiss Terbuka

Readtimes.id– Jonatan Christie dan pasangan Fajar Rian meraih prestasi membanggakan dari turnamen bulutangkis Swiss Open. Apa yang mereka raih pun menjadi pelepas dahaga gelar bagi keduanya. Pasalnya, terakhir kali mereka mengangkat trofi juara di nomor perorangan pada 2019 lalu. Ya, tiga tahun lamanya.

Jojo -sapaan Jonatan Christie- menjadi yang terbaik setelah berturut-turut menumbangkan Thomas Rouxel, NG Tze Yong, Toma Junior Popov, Kidampi Srikanth, serta Prannoy H.S. Menariknya, dari nomor tunggal putra, hampir terjadi all Indonesian Final atau All India Final. Karena, selain Jojo, Anthony Sinisuka Ginting berhasil melangkah hingga semifinal sebelum ditumbangkan pemain India.

Gelar ini pun menjadi sangat spesial bagi Jojo karena gelar juara Swiss Open jadi yang pertama diraihnya setelah 2019 di nomor perorangan. Ia berdiri di podium teratas setelah mengandaskan tunggal putra Indonesia lain, Anthony Sinisuka Ginting di Australia Open.

Hal yang sama juga berlaku untuk ganda Fajar Alfian dan Muhammad Rian. Gelar yang mereka raih di Swiss Open ini pun jadi yang pertama kali buat mereka di nomor perorangan setelah menjuarai Korea Terbuka setelah kalahkan wakil Jepang, Takeshi Kamura dan Keigo Sonoda.

Baca Juga: All England dan Regenerasi yang Dinanti

Keduanya datang ke Kota Basel, tempat penyelenggaraan turnamen setelah hasil mengecewakan di All England. Berstatus sebagai unggulan keempat, kombinasi mereka berhasil mengandaskan wakil India dua kali berturut-turut. Di ronde pertama, mereka mengalahkan Arjun dan Dhruv Kapila. Setelahnya keduanya jinakkan Ishaan Bhatnagar dan Sai Prateek.

Sempat kesulitan menghadapi pasangan Malaysia, Ong Yew Sein dan Teo Ee Yi, ganda nomor 3 Indonesia tersebut kembali jadi momok untuk pasangan Malaysia, sekaligus unggulan kedua turnamen Aaron Chia dan Soh Woi Yik.

Kesuksesan Fajar Rian pun berhasil menggagalkan Malaysia All Final. Mereka harus menghadapi Goh Sze Fei dan Nur Izzudin, yang sebelumnya sukses tumbangkan ganda Indonesia lain, Pramudya Kusumawardana dan Yeremia Rambitan. Pada partai final, ranking 9 dunia tersebut tidak kesulitan mengatasi perlawanan ganda Malaysia dan sudahi puasa gelar mereka sejak 3 tahun lalu.

Meski tidak signifikan dan hanya berstatus sebagai turnamen yang tidak begitu bergengsi, capaian Jojo dan duet Fajar Rian tetap penting bagi keduanya. Jojo yang berada di ranking 9 dunia BWF, makin mendekati pebulutangkis Malaysia, Lee Zii Jia. Hal yang sama juga berlaku untuk Fajar Rian. Menariknya, selain peringkat yang sama, Fajar Rian juga makin mendekati pebulutangkis Malaysia lain, Aaron Chia dan Soh Wooi Yik.

Terlepas dari status kejuaraan ini, segala kemenangan tentunya menjadi penting untuk moral para pebulutangkis Indonesia, utamanya untuk dua pemain yang berhasil sudahi puasa gelarnya.

Setelah turnamen di Basel, turnamen BWF selanjutnya akan bertajuk Orleans Masters yang diadakan di Prancis. Setidaknya, ada 45 partisipan yang mewakili Indonesia dalam kejuaraan tersebut. Beberapa di antaranya adalah Apriyani Rahayu dengan pasangan barunya Siti Fadia Ramadhanti dan duo tunggal putri, Gregoria Mariska Tunjung dan Ruselli Hartawan.

Editor: Ramdha Mawaddha

Avatar

Jabal Rachmat Hidayatullah

Tambahkan Komentar

Follow Kami

Jangan biarkan infomasi penting dan mendalam dari kami terlewatkan! Ikuti sosmed kami: