RT - readtimes.id

Peluang dan Tantangan dalam Profesi Keperawatan

Readtimes.id- Jurusan keperawatan menjadi salah satu jenjang pendidikan yang difavoritkan banyak siswa sekolah menengah. Sebab menjadi seorang perawat sebagai profesi yang mulia. Kehadiran seorang perawat mempengaruhi proses penyembuhan penyakit pada setiap klien. Juga merupakan suatu pilihan hidup dan cita-cita besar yang ingin dicapai.

Perkembangan pendidikan keperawatan, baik sebagai yayasan maupun perguruan tinggi negeri. Bukan hanya menghasilkan sarjana keperawatan saja, namun banyak yang menjadi profesi ners. Dunia secara global sudah mengatur bahwa Ners itu memiliki budy of knowledge yang bisa bersaing dengan dunia luar.

Wakil Rektor I Universitas Mega Rezky. Ns.Julia Fitrianingsih,S.Kep.,M.Kes.,M.Kep mengatakan menjadi tantangan dan peluang dunia keperawatan. Banyaknya kampus hanya sekedar memberikan perkuliahan, teori, secara manual dan konvensional. Sehingga pembelajaran yang dilakukan tidak terstandar. Seperti Unhas bagus sekali dan kampus kami merujuk kesana dan kita itu proses pembelajarannya jangan lagi konvensional. Sebaiknya juga mahasiswa diarahkan pada proses pembelajaran Project Based Learning. Misalnya melakukan project learning, kemudian outputnya adalah untuk mempublikasikan. Lebih kepada kegiatan ilmiah yang sifatnya ada riset dan ada hasilnya.

“Banyaknya pendidikan tinggi yang memiliki laboratorium tidak terstandar kearah teknologi. Kasihan kalau praktek perawat hanya tahu inpus dan suntik saja. Tidak update dengan alat-alat laboratorium. Misalnya di kampus saya ada namanya telenursing, bagaimana ketika nanti bekerja. Era industri canggih, dan banyak masyarakat kita tidak mau ke rumah sakit, mereka mencari sumber informasi dari rumah. Telenursing penting sekali dikembangkan perguruan tinggi, bagaimana mahasiswa melakukan pelayanan keperawatan secara online, menggunakan teknologi, bagaimana aplikasi-aplikasi baru. Riset mahasiswa harusnya berbasis teknologi,” ujarnya kepada readtimes.id Selasa 16 Maret 2021.

Isu mengenai perkembangan teknologi, perawat dirumah sakit yang akan digantikan oleh robot. Menjadi tantangan besar. Namun, sifat caring yang dimiliki oleh perawat tidak bisa dimiliki oleh robot. Sebab perawat merasakan apa yang pasien rasakan. Perawat tetap menjadi center of service di rumah sakit.

Permasalahan lainnya adalah, banyak perawat menjadi kaget dan tidak bisa beradaptasi didunia kerja. Kemampuan aspirasinya yang kurang sebagai seorang Ners. Sehingga tidak bisa beradaptasi, berkomunikasi dengan baik, karena dibangku kuliah hanya diajarkan dalam kelas saja, sehingga berpengaruh dengan pelayanan kesehatan. Oleh karena itu, pendidikan keperawatan menguasai teknologi berbasis riset, memiliki soft skil dan penguasaan bahasa, serta komunikasi juga sangat diperlukan.

Diluar negeri membuka peluang besar tenaga perawat. Tidak hanya sebagai bekerja di rumah sakit, tetapi juga sebagai pemberi layanan kepada lansia, home care. Sehingga diperlukan penguasaan bahasa agar bisa bersaing secara global. Melihat peluang kerja yang sangat besar, seperti kerjasama penyerapan tenaga kerja perawat antara Australia dengan Indonesia.

Peluang sangat banyak dan terbuka lebar. Apalagi sekarang sudah ada UU keperawatan no 38 tahun 2014. Dimana, Alumni keperawatan sudah bisa melakukan praktek mandiri, perawat akan mengglobal dan tidak hanya bersaing di lokal tapi bisa bersaing di internasional. Mahasiswa juga bisa melakukan riset berkolaborasi antara dokter, perawat, dan bidan sehingga ketika nanti bekerja sudah bisa bersaing dan bekerja dengan profesi lain. Bisa berkomunikasi dan memecahkan masalah pasien secara bekolaborasi. Diluar sangat kuat persaingan dengan profesi lain.

Avatar

Ona Mariani

9,732 Komentar

Follow Kami

Jangan biarkan infomasi penting dan mendalam dari kami terlewatkan! Ikuti sosmed kami: