RT - readtimes.id

Digitalisasi Pasar Tradisional di Daerah Libatkan Platform Digital

Doc. ANT

Readtimes.id—Digitalisasi pasar tradisional di berbagai daerah melibatkan platform digital Tokopedia dan TV daerah.

“Komitmen Tokopedia untuk membantu perkembangan pegiat usaha di Indonesia, khususnya UMKM lokal, Kami lakukan di pasar tradisional termasuk di Makassar,” kata Kepala Divisi Kebijakan Publik dan Hubungan Pemerintah Daerah Tokopedia, Emmiryzan dalam keterangan persnya di Makassar, Selasa.

Untuk membantu UMKM di pasar tradisional dilakukan melalui ininisiatif Hyperlocal di berbagai daerah di antaranya Bandung, Yogyakarta dan Makassar.

Melalui inisiatif Hyperlocal diharapkan dapat membantu pemulihan ekonomi yang terdampak pandemi sekaligus mewujudkan pemerataan ekonomi secara digital di Indonesia.

Salah satu turunan inisiatif tersebut adalah Program Pasar Digital dengan menggandeng UMKM yang terlibat di dalamanya.

Digitalisasi pasar tradisional merupakan salah satu wujud inisiatif Hyperlocal Tokopedia untuk meningkatkan daya saing para penjual di pasar tradisional berbagai daerah melalui pemanfaatan teknologi.

“Ini diharapkan bisa berkontribusi untuk perekonomian daerah.

Dalam pelaksanaannya, tim berkolaborasi dengan Kementerian Perdagangan RI dan pemerintah daerah setempat dalam memberikan pendampingan dan edukasi.

Saat ini, terdapat tujuh pasar digital telah bergabung di Tokopedia. Antara lain Pasar Pa’baeng-baeng Timur dan Kampung Baru di Makassar.

Selain itu, Pasar Cikurubuk di Tasikmalaya, Pasar Sabilulungan di Kabupaten Bandung, Pasar Cihapit di Kota Bandung dan Pasar Beringharjo di Yogyakarta.

Sementara itu, Humas PD Pasar Makassar Raya di Pasar Pa’Baeng-Baeng Makassar, Muh Idris mengatakan, sejak “soft launching” pada November 2020, ratusan pedagang yang terdampak pandemi yang tergabung pada platform digital itu sudah merasakan manfaatnya.

Hal itu dibenarkan salah seorang pedagang Pasar Pa’baeng-baeng, Bakri. Dia mengatakan, produknya sudah dibantu dipasarkan secara on line (daring) sehingga bisa bertahan di masa pandemi COVID-19.  

Sumber : ANTARA

Avatar

I Luh Devi Sania

Tambahkan Komentar

Follow Kami

Jangan biarkan infomasi penting dan mendalam dari kami terlewatkan! Ikuti sosmed kami: