RT - readtimes.id

Kronologis Kasus Balita Positif Narkoba di Kalimantan Timur

Doc. Unsplash

Readtimes.id — Baru-baru ini sebuah kasus menghebohkan terjadi di Samarinda, Kalimantan Timur (Kaltim). Kasus tersebut adalah balita berinisial N (3) yang positif narkoba setelah diberi minum oleh tetangganya yang berinisial ST (51).

Sebelumnya, kasus yang terjadi pada Selasa, 06 Juni 2023 sore hari bermula saat ibu korban berkunjung ke rumah tetangganya di Kecamatan Sungai Pinang. Balita N saat itu diberi air minum oleh tetangganya.

“Anaknya kehausan, tetangganya ambilkan air minum di dalam botol yang isinya sudah setengah,” kata Rina Zainun selaku Ketua Tim Reaksi Cepat Perlindungan Perempuan dan Anak (TRC PPA).

Setelah kembali dari rumah tetangganya, balita N menunjukkan gejala yang tak biasa. Balita tersebut menjadi lebih hiperaktif daripada biasanya hingga dikira kesurupan.

“Gejalanya itu semakin aktif, dalam artian tidak mau diam, mulutnya ngoceh terus dan susah untuk tidur, sampai-sampai ibunya kira anak ini kesurupan,” ucap Rina.

Balita tersebut kemudian dirujuk ke Rumah Sakit Jiwa Samarinda pada Rabu, 07 Juni 2023 malam untuk menjalani proses pemeriksaan urine. Berdasarkan ungkapan Rina, balita tersebut dinyatakan positif narkoba.

“Rabu malam saya coba koordinasi dengan Kabid Keperawatan Rumah Sakit Jiwa dan diarahkan untuk periksa air kencing. Satu jam setelah itu hasilnya keluar, ternyata positif narkoba,” ungkap Rina.

Setelah itu, balita N kemudian dirujuk ke RSUD Abdul Wahab Sjahranie, Samarinda. Di sana, balita N menjalani perawatan intensif karena dikhawatirkan kondisinya semakin memburuk.

“Di rumah sakit umum diambil tindakan opname karena dari pihak medis khawatir tentang kesehatan anak ini karena organ tubuhnya dipaksa untuk begadang dan tidak makan,” paparnya.

Hari Sabtu, 10 Juni 2023 balita N telah dipulangkan ke rumah. Kondisi balita kini membaik dan dalam pendampingan TRC PPA Kaltim. Rina juga menjelaskan kalau nafsu makan balita N mulai kembali. Namun, gejala hiperaktif saat ini masih belum pulih.

“Geraknya aktif, kalau untuk tidur sudah bisa karena di rumah sakit diberikan obat. Makan dan minum juga sudah bisa,” tutur Rina.

Balita tersebut juga sudah bisa diajak berkomunikasi walaupun sesekali masih mengoceh.

“Kemarin dia masih ngoceh-ngoceh sendiri, tidak nyambung tapi sekarang diajak ngobrol sudah mulai nyambung,” jelasnya.

Editor: Ramdha Mawaddha

Avatar

Jabal Rachmat Hidayatullah

Tambahkan Komentar

Follow Kami

Jangan biarkan infomasi penting dan mendalam dari kami terlewatkan! Ikuti sosmed kami: