RT - readtimes.id

Evaluasi RAD-PPATS Sulsel, Beberapa Kabupaten Berhasil Turunkan Angka Perkawinan Anak

Doc. Istimewa

Readtimes.id– Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) dan Unicef Indonesia menggelar Lokakarya Evaluasi Pelaksanaan Rencana Aksi Daerah Percepatan Penanganan Anak Tidak Sekolah (RAD-PPATS) sebagai upaya penguatan remaja, Rabu 5 Juli di Hotel Remcy, Makassar.

Pejabat Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Sulsel, Andi Darmawan Bintang hadir membuka kegiatan ini. Menurutnya, kegiatan ini merupakan bentuk evaluasi dari pelaksanaan RAD-PPATS dengan berbagai penyebab. Seperti faktor ekonomi, faktor kesehatan alat reproduksi, dan juga faktor pernikahan dini.

“Tindakan yang kita ambil itu mewakili apa yang menjadi persoalan di daerah, sebab beberapa is itu bisa saja diakibatkan karena pertimbangan ekonomi, sebagai contoh anak putus sekolah” ujarnya.

Berkaitan dengan kesehatan alat reproduksi, kata Andi Darmawan, yang dilakukan pemerintah bersama
Unicef yakni dengan melakukan sosialisasi kepada para siswi di sekolah maupun turn langsung ke masyarakat.

Perwakilan Unicef Wilayah Sulawesi-Maluku, Siti Eliza Mufti menyampaikan bahwa kegiatan ini sebagai evaluasi terhadap RAD-PPATS dalam upaya mendukung perlindungan, pendidikan, dan kesejahteraan anak.

Menambahkan penjelasannya, Eliza ingin mengevaluasi berdasarkan dukungan yang diberikan oleh pemerintah melalui kebijakan yang telah ada. Kebijakan tersebut tentunya yang berkaitan dengan perlindungan anak dan kesejahteraan anak, termasuk pencegahan perkawinan anak.

Eliza juga mengapresiasi kerja sama yang dilakukan Unicef dengan Pemprov Sulsel, termasuk pemerintah Kabupaten/Kota yang berhasil menurunkan angka perkawinan anak melalui program tersebut.

Ia juga memaparkan bahwa ada dua kabupaten di Sulawesi Selatan yang dapat dijadikan sebagai contoh keberhasilan dari pelaksanaan program RAD-PPATS, yaitu Bone dan Takalar.

“Dari awalnya 2019 kita mulai menyebarkan praktek baik ini dari dua kabupaten piloting, Bone dan Takalar, angka anak tidak sekolah dari sekitar 179 ribuan, hasil terakhir sudah menurun menjadi 159 ribuan sekitar 2022,” jelasnya.

Untuk itu, Eliza berharap agar tetap terjalin kerjasama antara Pemerintah Provinsi, Pemerintah Kabupaten/Kota, dan Unicef agar tujuan terhadap pemenuhan dan perlindungan hak anak di Sulawesi Selatan bisa tercapai, khususnya pemenuhan pendidikan anak.

Editor : Ramdha Mawadda

*HI

Avatar

Dewi Purnamasakty

Tambahkan Komentar

Follow Kami

Jangan biarkan infomasi penting dan mendalam dari kami terlewatkan! Ikuti sosmed kami: