RT - readtimes.id

Glaucoma “Si Pencuri Penglihatan”

Memiliki mata yang sehat adalah cerminan dari jiwa yang sehat, karena mata mempunyai pengaruh yang sangat penting bagi tubuh kita. Mata, merupakan salah satu organ yang sangat vital bagi manusia. Sekitar 80 persen dari informasi yang kita terima berasal dari mata. Apabila mata mengalami gangguan, maka hidup manusia juga ikut mengalami gangguan.

Tentunya penglihatan kita sering mengalami gangguan yang ditandai dengan terjadinya kerusakan saraf pada mata (Glaucoma). Kerusakannya sering disebabkan oleh tekanan tinggi pada mata. Meskipun gejalahnya sangat parah sering tidak di ketahui dan cenderung di sepelehkan. Gejala awalnya pun kadang mirip dengan gejala sakit yang lain misalnya mata terasa pegal, nyeri kepala ringan atau nyeri kepala sebelah.

Gejalah yang muncul umumnya ada setelah kondisi glaucoma sudah berat yaitu hilangnya luas lapang pandang. Lalu bisa seperti melihat halo (seperti ada Pelangi), nyeri kepala hebat, mual muntah, dan kadang berjalan sering tersandung karena luas lapang padangnya sudah menyempit.

Penyakit ini sering di sebut sebagai “Si Pencuri Penglihatan” karena tanda hilangnya penglihatan terjadi secara perlahan. Menurut dr. Fransciscus A Timmy Budi Yidhantara, SpM ada beberapa Jenis glaucoma berdasarkan proses aliran humor aquos (cairan mata) yang perlu kita ketahui yaitu;

1. Glaucoma primer sudut terbuka; (dimana struktur mata tampak normal, tetapi ada gangguan di dalam saluran mata yang disebut trabecular meshwork. Tekanan pada mata akan meningkat secara bertahap yang berujung pada kerusakan optik yang terjadi sangat lambat sehingga sering kali terlambat disadari.)

2. Glaucoma primer sudut tertutup; (iris akan lebih menonjol kedepan dan mempersempit atau menghalangi sudut drainase yang di bentuk oleh kornea dan iris. Akibatnya cairan tidak mengalir dengan baik melalui mata dan tekanan semakin meningkat.)

3. Glaucoma sekunder misalnya katarak yang sudah lama dan tidak dilakukan operasi yang di sebabkan oleh peradangan pada lapisan tengah mata / cedera pada mata.

4. Glaucoma kongenital yakni kelainan bawaan.

Glaucoma adalah penyakit yang serius karena bisa menimbulkan buta permanen. Bagi pasien diabetes misalnya akan lebih cepat memicu kerusakan pembuluh darah di dalam retina sehingga bisa muncul retinopati diabetes (kerusakan retina).

Kerusakan mata yang di sebabkan oleh glaucoma ini tidak dapat di obati atau di perbaiki kembali. Tetapi pengobatan harus tetap di berikan untuk mengurangi tekanan untuk mencegah meluasnya kerusakan pada mata. Pengobatan glaucoma bisa diberikan obat tetes mata yang bisa menurunkan tekanan bola mata, mengurangi produksi cairan mata dan memperlancar aliran caiaran mata ke luar bola mata. Jika penderita diabetes,bisa dilakukan tindakan operasi yang bertujuan memperlancar aliran cairan mata dari dalam bola mata ke luar bola mata.

Adapun penanganan dari penyakit ini dr.Timmy punya tips untuk pelindungan mata yakni;

1. Periksa mata rutin walau mungkin belum ada gejala, kalua sudah ada gejala artinya mungkin sudah lanjut.

2. Hindari paparan sinar matahari secara langsung, misalnya dengan payung, kacamata UV block.

3. Memakai kacamata blue light filter bagi yang banyak bekerja di depan layer.

4. Cek rutin ukuran kacamatanya.

5. Hindari memakai obat tetes mata sembarangan.

6. Makanan bergizi yang mengandung beta karoten, vit C, E, lutein.

Pengobatan glaucoma ini bisa seumur hidup dan selama pengobatan selalu dikontrol tekanan bola mata dan diperiksa luas lapang pandang. Oleh karena itu, penting untuk menjaga kesehatan mata selagi bisa.

Avatar

Fransiska Ignasia

Tambahkan Komentar

Follow Kami

Jangan biarkan infomasi penting dan mendalam dari kami terlewatkan! Ikuti sosmed kami: