RT - readtimes.id

“Pulang”: Perjalanan Panjang Orang Kulit Hitam Menghadapi Rasisme dan Mencari Identitas

Judul        : Pulang

Penulis    : Toni Morrison

Penerbit    : CIRCA

Cetakan    : Januari 2019

Halaman    : 159 hlm

Puitik. Dramatik. Sedikit brutal namun sekaligus indah. Dengan cara-cara itulah Toni Morrison menghidangkan kepada kita kisah perjuangan orang kulit hitam Amerika menghadapi rasisme dan mencari identitas dalam novel tipisnya: “Pulang”. Berlatar abad 20, “Pulang” seakan hendak menegaskan kepada kita bahwa kebebasan dan kemerdekaan orang kulit hitam di Amerika tidak serta-merta lenyap seiring berlalunya masa perbudakan.

Melalui kisah penuh haru Frank Money dengan adik perempuannya, Cee, “Pulang” membawa pembaca masuk ke dalam pengalaman batin dua tokoh ini—beserta tokoh orang kulit hitam lainnya—yang rumit, penuh nuansa (konflik ganda dari orang kulit putih dan kulit hitam sekaligus), namun juga menawarkan simpati. 

Frank Money dan Cee barangkali dimaksudkan mewakili konflik batin orang kulit hitam pada umumnya: tertindas tapi terus berjuang mencari jati diri.

Kisah dan alur “Pulang” sendiri sederhana belaka: Frank Money dan Cee adalah adik-kakak yang melewatkan masa-masa tumbuh bersama hingga dewasa. Frank Money digambarkan sangat protektif terhadap adiknya, dan mendekati ‘main perintah’, sedangkan Cee digambarkan sangat penurut dan hanya mengikuti apa yang diperintah oleh kakaknya. Frank mungkin mewakili gambaran laki-laki yang ‘patriarkis’, dan Cee mewakili perempuan yang pasif.

Lalu pada satu titik dua kakak-beradik ini terpisah. Frank Money mengikuti Perang Korea. Lalu Cee tinggal bersama nenek tirinya—yang sangat menekan dia dan membuatnya menderita. 

Cee nantinya menikah dengan laki-laki kulit hitam bernama Principal yang rupanya hanya tertarik dengan mobil nenek tirinya. Cee ditinggalkan suaminya, lalu berhalaman-halaman novel kita akan bergetar dengan perjuangan Cee untuk melanjutkan kehidupan di kota.

Sementara itu, Frank Money kembali dari perang dan ingin menjemput adiknya untuk kembali ke kampung halaman mereka. Dan ketika dia berhasil mendapatkan tempat bekerja adiknya, dia lantas membawa pulang adiknya tersebut. 

Alurnya sesederhana itu. Namun, yang dipertaruhkan oleh Toni Morrison dalam “Pulang” bukanlah plot, melainkan penderitaan yang dihadapi Frank Money dan Cee. Khususnya Cee, barangkali tokoh ini akan memberi bahan berlimpah untuk analisis gender dan kajian feminisme. Betapa tidak, saat dia dijemput oleh kakaknya si Frank Money itu, Cee sebetulnya tengah hancur. Dokter kulit putih bernama Beaue yang menjadi majikan Cee—yang awalnya sempat dia kagumi—rupanya telah menjadikannya bahan percobaan penelitiannya tentang rahim: rahim Cee dirusak oleh si dokter. 

Ada banyak sekali kasus diskriminasi yang dihadapi Cee dalam novel ini yang bakal membuat kita merenung dan merinding.

Novel “Pulang” ini diterjemahkan dari “Home” yang terbit pertama kali dalam Bahasa Inggris pada 2012. Ini novel kesekiannya sejak novel pertamanya pada 1970. Sejak itu Toni Morrison terus produktif menulis fiksi dan non-fiksi. Dan dia konsisten menulis tema-tema rasisme, khususnya menyangkut sejarah kehidupan orang kulit hitam di Amerika. Sebagaimana novel “Pulang” sendiri yang tengah kita bicarakan di dalam tulisan ini,

Toni Morrison sendiri adalah perempuan Afrika-Amerika yang lahir di Loraine, Ohio pada 8 Februari 1931. Dia berasal dari keluarga pekerja kulit hitam, sebab itulah barangkali tema-tema tulisannya konsisten pada isu rasisme yang diterima orang kulit hitam di Amerika. Toni Morrison telah menerima banyak penghargaan atas karya-karya, misalnya saja penghargaan Pulitzer Prize pada 1988. Lalu pada 1993 dia mendapatkan penghargaan Nobel Sastra.

Toni Morrison meninggal pada 5 Agustus 2019. Karya-karyanya terus meninggalkan gaung kepada para pembacanya.  Mengingatkan banyak orang tentang sejarah penindasan orang kulit hitam, memberikan perspektif kritis, sekaligus mengajak banyak pembacanya untuk melawan rasisme dan memberikan ruang kepada pencarian jati diri.

Avatar

Dedy Ahmad Hermansyah

23 Komentar

Follow Kami

Jangan biarkan infomasi penting dan mendalam dari kami terlewatkan! Ikuti sosmed kami: