RT - readtimes.id

Di Balik Eksistensi Layanan Transportasi dan Logistik Daring di Tengah Ketidakstabilan Ekonomi

Readtimes.id– Tak dapat dipungkiri jika peristiwa pandemi Covid-19 telah menyebabkan perubahan dalam kehidupan manusia, baik dalam artian baik, maupun buruk.

Hal ini tidak terlepas dari segala keterbatasan yang terjadi pada masa-masa tersebut, bahkan, hingga saat ini masih terus terasa. Termasuk, ancaman resesi tahun 2023 yang merupakan efek domino dari peristiwa besar tersebut.

Di tengah ketidakstabilan kondisi ekonomi ketika pandemi dan setelahnya, ada banyak industri bertumbangan karena tak mampu bertahan. Namun, jasa transportasi dan logistik daring tetap mampu menjadi salah satu pilar penting dalam perkembangan ekonomi digital di Indonesia.

Kemampuan jasa transportasi dan logistik daring untuk terus bertahan walau harus berhadapan dengan kesulitan ekonomi, salah satunya didukung oleh fleksibilitasnya dalam mendukung sektor lain.

Selain itu, berbagai upaya para penyedia jasa untuk meningkatkan layanan menjadi salah satu faktor kunci yang membuat jasa mereka tetap disukai walau di tengah situasi sulit sekalipun.

“60 persen responden menyatakan akan meningkatkan penggunaan transportasi online seiring dengan mulai pulihnya mobilitas pascapandemi,” demikian bunyi dari hasil riset yang dilakukan oleh Institute for Development of Economics and Finance (INDEF).

Hal tersebut tidak terlepas dari kualitas pelayanan, keamanan layanan, dan layanan yang mendukung produktivitas. Menurut data dari INDEF, ketiga aspek tersebut merupakan faktor yang sangat penting bagi pengguna ketika memilih layanan transportasi dan logistik daring.

Tingginya penggunaan jasa ini juga tidak terlepas dari pesatnya penetrasi internet di Indonesia. Menurut data dari Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII), persentase tingkat penetrasi internet di Indonesia terus meningkat setiap tahunnya. Hingga tahun 2020 saja, ada sekitar 196 juta pengguna internet yang ada di Indonesia.

Berdasarkan berbagai hal tersebut, tidak mengherankan jika sektor e-Commerce serta sektor transportasi dan antar makanan daring menjadi dua kontributor terbesar pada ekonomi digital Indonesia. Kedua sektor tersebut juga mengalami perkembangan yang pesat selama masa pandemi.

Pada tahun 2022, menurut data dari Google dan Temasek, jumlah transaksi yang terjadi di sektor jasa transportasi dan antar makanan daring di Indonesia mencapai 8 miliar dolar Amerika dan pada tahun 2025, jumlah tersebut diprediksi bakal bertambah hingga mencapai 15 miliar dolar amerika.

Maka, meski pandemi telah membuat berbagai sektor kehidupan di Indonesia tidak stabil, nyatanya sektor layanan transportasi dan jasa antar makanan akan senantiasa dapat bertahan di tengah ketidakstabilan ekonomi. Apalagi, lewat berbagai peningkatan layanan dan pemasaran yang tepat, pihak penyedia jasa dapat terus mendapatkan kepercayaan dari para pengguna.

Editor: Ramdha Mawaddha

Avatar

Jabal Rachmat Hidayatullah

3 Komentar

Follow Kami

Jangan biarkan infomasi penting dan mendalam dari kami terlewatkan! Ikuti sosmed kami: