RT - readtimes.id

Kenali Kerja Virus DBD dalam Tubuhmu

Readtimes.id– Organisme asing sering memanfaatkan tubuh manusia untuk bertahan hidup, bereproduksi, dan berkoloni. Seperti bakteri, virus, jamur, yang dapat dengan mudah berkembang biak dan beradaptasi dengan sangat cepat di dalam tubuh.

Meski tubuh sudah dibekali sistem imun, jika penyebab virus atau bakteri terlampau banyak jumlahnya, maka imun akan kewalahan dan akhirnya menimbulkan penyakit infeksi.

Penyakit akibat gigitan nyamuk Aedes aegypti yang terinfeksi virus dengue misalnya, gejala demam pegal yang terjadi pada penyakit infeksi ini adalah akibat respon radang dari tubuh.

Saat ada mikroorganisme termasuk virus masuk ke dalam tubuh manusia, sistem pertahanan tubuh akan berusaha melawan dengan mengeluarkan zat-zat keradangan.  Inilah yang menyebabkan peningkatan suhu tubuh, menimbulkan pusing, nyeri badan, yang tujuannya untuk melawan virus tersebut.

Beberapa gejalah infeksi memang tergolong ringan dan tidak mudah dikenali. Tetapi beberapa infeksi lainnya cukup serius dan dapat menyebabkan kematian. Sampai saat ini pun belum ada satu jenis obat yang khusus dan pasti ampuh untuk mengobati demam berdarah.

Dokter RA Adaninggar PN SpPD mengatakan, virus termasuk mikroorganisme yang unik karena mudah sekali mengalami mutasi secara acak, sehingga untuk mendapatkan obat antivirus yang spesifik memang tidak mudah.

“Obat utama dari virus sebetulnya adalah antibodi dari dalam tubuh manusia yang akan terbentuk beberapa hari setelah terinfeksi. Namun, karena sistem imun manusia juga unik, jadi respon tubuh terhadap infeksi virus juga bisa berbeda-beda,” ujarnya.

Perjalanan penyakit DBD dikatakan kritis bila keradangan yang terjadi di dalam tubuh mengakibatkan pembuluh darah bocor dan cairan darah keluar ke jaringan sekitar sehingga penderita bisa mengalami syok karena kekurangan cairan tubuh. Masa kritis biasanya terjadi pada hari ke 5-7, saat demam mulai menurun, ditandai dengan gejala seperti tekanan darah turun, mual muntah hebat, nyeri perut, pendarahan, pemeriksaan Hb dan hematocrit darah yang meningkat dan trombosit yang terus menurun.

Kendati belum ada pengobatan yang pasti untuk kasus DBD, pengobatan utama yang perlu diberikan ialah dengan cairan infus atau transfusi komponen darah pada kondisi tertentu.

“Namun pada kondisi keradangan yang sangat hebat atau bila terlambat mencari pertolongan, kadang pemberian cairan pun sulit menyelamatkan pasien,” jelasnya.

Nah apabila sudah melakukan pencegahan, tetapi demam berdarah masih menyerang dan mengganggu aktivitas sehari-hari, segera kunjungi dokter untuk meminta saran. Penanganan sedini mungkin akan membantu mencegah munculnya masalah-masalah yang lebih parah lagi.

Avatar

Fransiska Ignasia

Tambahkan Komentar

Follow Kami

Jangan biarkan infomasi penting dan mendalam dari kami terlewatkan! Ikuti sosmed kami: