RT - readtimes.id

Mengenal Cedera ACL yang Menyerang Pebulu Tangkis Yeremia

Readtimes.id — Pada pertandingan Indonesia Open 2022, atlet bulu tangkis Yeremia Erich Yoche Yacob Rambitan mengalami cedera pada bagian lutut kirinya. Berdasarkan konfirmasi, Yeremia mengalami robekan pada anterior cruciate ligaments atau biasa disebut cedera ACL.

Fisioterapis Muh. Abdillahtulkhaer menjelaskan bahwa sesuai namanya, cedera ACL merupakan cedera pada ligamen cruciate anterior bagian lutut yang meregang secara berlebihan, sehingga menyebabkan robekan atau bahkan putus. Ligamen cruciate merupakan salah satu ligamen yang terdapat di setiap lutut manusia dan memiliki fungsi untuk menstabilkan gerakan lutut ke depan.

Cedera ACL yang menyerang Yeremia memang sering terjadi ketika sedang berolahraga, seperti sepak bola, basket, dan bulutangkis, atau pada jenis olahraga lain yang memiliki banyak gerakan melompat, berhenti lalu berlari, atau berliku-liku.

“Tak hanya olahraga saja, cedera ACL juga dapat dengan mudah menyerang lutut orang yang terjatuh dari tangga atau salah melangkah di tangga,” jelas Abdillah pada readtimes.id, Selasa (21/6).

Cedera tersebut terjadi ketika lutut dalam posisi menekuk 20-30 derajat saat berolahraga. Dalam artian, posisi lutut dalam keadaan bengkok atau mendarat dengan sangat keras saat melompat. Hal tersebut mengakibatkan kelebihan tenaga pada bagian lutut sehingga menyebabkan cedera ACL.

Abdillah menambahkan bahwa dari semua kasus cedera lutut yang terjadi, sebanyak 9 persen diantaranya merupakan kasus cedera ACL dengan prevalensi 48 per 1000 pasien tiap tahun.

Sedangkan untuk penanganannya, tambah Abdillah, ada dua jenis yaitu penanganan operatif dan non operatif. Penanganan operatif dilakukan dengan cara mengganti ligamen. Hal tersebut karena ligamen yang putus tidak dapat dijahit kembali, sehingga dokter akan mengganti ligamen ACL dengan jaringan ligamen lain.
“Ligamen bisa diambil dari berbagai sumber, yang paling sering ialah tendon hamstring, tendon patella, kadang juga diambil dari tendon quadriceps (paha), tendon peroneus (betis) atau bahkan dari donor, ” ujarnya.

Sementara penanganan non operatif akan direkomendasikan apabila kestabilan umum pada lutut yang cedera tidak signifikan. Pasien akan disarankan melakukan fisioterapi dengan tujuan memberikan latihan fisik spesifik untuk mengembalikan fungsi lutut serta memperkuat otot tungkai.

Meski demikian, proses pencegahan akan lebih baik daripada proses penanganan. Sehingga untuk menghindari cedera ACL, ada baiknya kamu mengerti terlebih dahulu hal-hal yang mesti dilakukan sebelum memulai olahraga. Seperti melakukan latihan fisik yang ideal dan optimal serta menggunakan sepatu olahraga dan bantalan.

Editor : Ramdha Mawaddha

Avatar

Dewi Purnamasakty

Tambahkan Komentar

Follow Kami

Jangan biarkan infomasi penting dan mendalam dari kami terlewatkan! Ikuti sosmed kami: