RT - readtimes.id

Susu Beruang Disangka Obat Covid, Ini Kata Ahli Gizi

Readtimes.id– Namanya beruang, iklannya naga, susunya susu sapi. Produk olahan Nestle ini memang membuat kita bingung. Kendati demikian, susu beruang ini dipercaya memiliki banyak manfaat bagi kesehatan. Bahkan banyak yang meyakini sebagai obat covid.

Sejak pemerintah menerapkan kebijakan PPKM darurat, masyarakat kembali ‘panic buying’. Salah satunya pada produk susu beruang yang kini semakin mahal dan sulit didapatkan.

Akan tetapi, apakah benar susu beruang bisa mengobati Covid-19. Kandungan apa saja yang ada di dalamnya?

Ahli gizi dr. Shiela Stefani M.Gizi mengatakan, hingga saat ini belum ada pengobatan pasti untuk Covid-19. Jadi, susu beruang juga belum terbukti dapat menyembuhkan Covid-19. Namun, sistem imum tubuh kita dapat melindungi kita dari organisme patogen, salah satunya adalah virus. Kita dapat menjaga sistem imun dengan memenuhi kebutuhan nutrisi, baik makronutrien maupun mikronutrien setiap harinya.

Nah, susu beruang mengandung makronutrien maupun mikronutrien yang diperlukan tubuh kita. Dalam satu kaleng susu beruang 189 ml mengandung energi sebesar 120kkal. Adapun komposisnya berupa karbohidrat, protein, lemak total, lemak jenuh, kolesterol, serta natrium.

“Perbedaan susu beruang dengan susu lainnya adalah proses pembuatannya, yaitu proses sterilisasi (biasanya dengan cara dipanaskan pada suhu 100 derajat selama 30 menit) sehingga mampu terjaga dari kontaminasi bakteri. Susu yang diproses dengan cara pasteurisasi memiliki kandungan nutrisi (terutama mikronutrien) paling mendekati susu segar,” ujarnya. 

Kendati demikian, pola makan yang baik untuk menjaga sistem imun tubuh kita adalah gizi seimbang. Susu termasuk ke dalam sumber protein hewani, sehingga memang perlu dikonsumsi untuk memenuhi kebutuhan nutrisi harian.

Mengacu pada rekomendasi Kementerian Kesehatan, kita perlu mengonsumsi makanan sumber protein hewani sebanyak 2-4 porsi sehari, disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing. Makanan sumber hewani mengandung lemak dan lemak jenuh yang bila dikonsumsi berlebihan dapat berdampak pada kesehatan.

Avatar

Fransiska Ignasia

1 Komentar

Follow Kami

Jangan biarkan infomasi penting dan mendalam dari kami terlewatkan! Ikuti sosmed kami: