RT - readtimes.id

Gejala Badai Sitokin yang Patut Diwaspadai

Readtimes.id– Badai sitokin mendapat perhatian lebih karena pandemi Covid-19. Badai sitokin menjadi bagian dari alasan beberapa orang dengan Covid-19 mengalami kondisi serius.

Pada orang yang mengalami sindrom ini, sitokin tertentu hadir dalam darah dalam jumlah yang lebih tinggi dari normal. Permasalahannya kemudian adalah badai sitokin pada terjadi di gelembung paru atau tempat masuknya oksigen. Pada kondisi ini, pemasukan oksigen menjadi tidak optimal dan bisa berlanjut pada kondisi gagal napas.

Kendati demikian, tidak semua penderita covid-19 mengalami hal ini. Namun, jika hal ini terjadi, maka konsekuensinya bisa sangat berat dan mungkin berujung dengan kefatalan.

Sekretaris Jenderal Perkumpulan Pengendalian Infeksi Indonesia (Perdalin), Dr. Ronald Irwanto Natadidjaja yang juga dokter spesialis penyakit dalam mengatakan, badai sitokin sebagai reaksi radang ini bisa berbeda pada masing-masing orang.

“Ada kelompok yang mengalami infeksi covid-19 kemudian bereaksi radang sangat hebat di alveolus (gelembung paru). Kelompok yang demikian dikatakan mengalami badai sitokin dan berisiko mengalami perberatan klinis bahkan sampai terjadi gagal nafas,” ujarnya.

Banyak teori yang beredar seputar badai sitokin ini, namun belum diketahui secara pasti faktor-faktor apa saja yang menyebabkan terjadinya badai sitokin pada covid-19. Belum diketahui juga secara pasti kelompok mana saja yang berisiko mengalami badai sitokin.

“Pada keadaan terjadi badai sitokin di alveolus paru, pasien akan mengalami sesak napas, dengan saturasi oksigen yang turun pada pengukuran dengan pulseoksimetri. Gejala ini sebenarnya mudah dikenali dan harus diwaspadai bagi mereka yang menderita infeksi covid-19,” tambahnya.

Dalam kondisi ini, Living Guidelines WHO 6 Juli 2021 merekomendasikan pemberian obat steroid injeksi untuk menekan reaksi radang termasuk badai sitokin. Namun, harus dipahami bahwa rekomendasi pemberian steroid tersebut hanya diperuntukan pada kasus-kasus yang berat, bukan yang ringan. Jadi jangan mengkonsumsi steroid pada kondisi ringan dan isoman. Pemberian dan peresepan steroid harus sesuai instruksi dokter ya.

Avatar

Fransiska Ignasia

3 Komentar

Follow Kami

Jangan biarkan infomasi penting dan mendalam dari kami terlewatkan! Ikuti sosmed kami: