RT - readtimes.id

Menanti Kabar Baik dari Arab

Readtimes.id- Kerajaan Arab Saudi adalah satu-satunya destinasi haji dan umrah yang belum membuka penerbangan internasional. Bisnis Sektor haji dan umrah merasakan pil pahit akibat pandemi Covid-19. Dampak buruk yang menimpa bisnis perjalanan haji dan umrah selama setahun pandemi. Meski telah ada secercah harapan, ketika kabar umrah akan dibuka bulan Februari 2021 lalu. Namun rasa kecewa Kembali menghampiri saat semua telah menyiapkan keberangkatan, namun kembali kabar setelah 16 hari sebelum keberangkatan tiba-tiba umrah ditutup lagi.

Bisnis pariwisata, bisnis yang pertama jatuh dan terakhir bangkit. Mereka yang sangat merasakan sekali dampaknya bagi yang mengambil kredit usaha di perbankkan, yang masih menyewa ruko atau tempat usaha. Goncangan dialami cukup signifikan. Pembatalan keberangkatan menyebabkan biro perjalanan tidak memperoleh pendapatan, beberapa perusahaan travel bahkan sudah mulai melakukan perumahan karyawan dan pemutusan hubungan kerja (PHK).

Cara alternatif yang dilakukan para agen biro perjalanan haji dan umrah untuk menghindari kerugian di tengah pandemi adalah, mencoba membuka bisnis selain biro perjalanan. Kemungkinan kerugian yang menghantui para agen biro perjalanan di masa pandemi lebih dari 50 persen. Membuka kegiatan-kegiatan lain karena nasib Cvid-19 ini masih tidak jelas kapan bisa pulih.

Ketua DPD Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umrah (Amphuri) Sulampua, H.Ardiansyah Arsyad Lc, mengatakan mempertahankan bisnis travel haji dan umrah sambil menunggu keberangkatan. Tetap survive dengan membuat inovasi-inovasi, tetap menjalin komunikasi dengan jamaah, baik yang mau berangkat ataupun yang sudah berangkat. Menjalin kerjasama dan komunikasi. Inovasi yang dimaksud adalah mengadakan latihan manasik tersendiri. Mempersiapkan mulai dari bimbingan kepada calon haji dan umrah serta melakukan promosi baik online dan promosi dilapangan.

Kreatif dalam menjalankan usaha lain, sambil menunggu keberangkatan haji dan umrah dibuka lagi. Para karyawan dan pelaku usaha banting setir untuk mendapatkan penghasilan yang memadai. Ada juga beberapa travel yang masih mempekerjakan karyawannya dan masih memberi gaji sambil menunggu keputusan dari Arab Saudi untuk keberangkatan haji dan umrah.

“Inovasi seperti melakukan door to door, melakukan kunjungan kepada calon jamaah dan jamaah yang sudah berangkat. Bagaimana cara kita dalam menampilkan produk baik secara video maupun secara fliyer, jadi kita sudah siap star. Apabila sudah dibuka secara normal. Masa pandemi, diawali dengan kerja keras setelah masa normal kita tinggal melanjutkannya. Bukan berarti pada saat normal kita mulai star. kita masih ketinggalan pastinya,” ujarnya kepada readtimes.id, Senin 22 Maret 2021.

Membuat grup pengembangan bisnis bagi yang terkena dampak bagi yang membuka usaha lain misalnya sebagai jasa titip dengan menjual kurma, atau bahan pokok lainnya. Mereka saling mendukung dan menopang. Berharap bisa bangkit Kembali. Pandemi bisa berlalu dan para pelaku usaha bisa lebih survive untuk meningkatkan inovasinya dan aktivitas bisnis travel bisa kembali normal seperti biasanya.

Berbisnis merupakan jalan panjang yang harus dilalui dengan segala hambatannya. Kadang, hambatan menghampiri tanpa kita tahu sebelumnya bahwa hal itu bakal terjadi. Ada banyak cara bertahan yang dapat dilakukan. Berani mengeluarkan dana darurat atau cadangan kas perusahaan agar dapat membiayai operasional usaha selama wabah. Idealnya, sebuah perusahaan memiliki dana cadangan untuk situasi sulit sebanyak 3-12 kali dari biaya operasional bulanan.

Dengan begitu, meski bisnis tutup untuk sementara dan tim harus work from home, maka masih ada kesempatan bagi karyawan untuk mendapatkan haknya berupa gaji dan THR. Karena kegiatan perusahaan berhenti untuk sementara, Anda dapat mengalihkan kegiatan perusahaan di sisi pengembangan pada lini bisnis lainnya atau berfokus memperbaiki manajemen internal perusahaan

Avatar

Ona Mariani

1 Komentar

Follow Kami

Jangan biarkan infomasi penting dan mendalam dari kami terlewatkan! Ikuti sosmed kami: