RT - readtimes.id

Pemerataan Kesehatan Lewat Layanan Kesehatan Digital, Mungkinkah?

Tahapan evolusi peradaban manusia ditandai dengan beragam kemajuan teknologi digital yang telah memberikan kemudahan bagi banyak orang, efisiensi biaya, dan berbagai inovasi layanan baru. Memasuki era digital, banyak perubahan pada berbagai sektor kehidupan termasuk kesehatan.

Salah satu pertumbuhan era digital yang paling mencolok yakni penggunaan perangkat kesehatan berteknologi tinggi seperti monitor jantung lewat smartwatch. Ada pula informasi kesehatan dan penyedia layanan kesehatan via teks dan audio visual untuk membantu orang-orang mendapatkan informasi kesehatan yang bisa menentukan kapan waktu pelayanan kesehatan.

Kementerian Kesehatan telah mengembangkan e-health yang diharapkan bisa menjangkau masyarakat di berbagai wilayah di Indonesia seperti Telemedicine, SehatPedia, dan Sisrute. Diluar dari pemerintah, startup kesehatan berbasis teknologi (healthtech) seperti MyDoctors, Alodokter, dan berbagai aplikasi lainnya yang bisa di download di ponsel atau akses lewat web.

Apalagi semenjak masa pandemi, layanan kesehatan digital menjadi salah satu pilihan masyarakat karena selain bisa konsultasi secara online, pengantaran obat ke rumah juga bisa dilakukan jadi bisa tetap dirumah.

‘’Pandemi adalah salah satu situasi yang terjadi, akan lebih terbantu dengan keberadaan E-health seperti MyDoctors. Namun kami memandang kebutuhan yang lebih besar tentang Telekonsultasi (Konsultasi Jarak Jauh) tanpa harus terjadi pandemi karena ini menjadi pain point dari masyarakat Indonesia selama ini,’’ tutur perwakilan dari MyDoctors saat dihubungi oleh readtimes.id, Rabu, (20/01/21).

Pain Point yang dimaksud ialah pasien yang tidak mendapatkan Dokter Spesialis di daerah tempat tinggalnya harus meluangkan waktu khusus, menempuh jarak jauh, mengeluarkan biaya yang besar, dan berpeluang mendapatkan risiko di perjalanan. Selain itu tidak semua pasien ditangani oleh Dokter Spesialis karena keterbatasan keuangan.

Hingga saat ini, masih banyak keluhan atas rumah sakit yang penuh dan ada banyak petugas medis yang terpapar covid-19. Ada banyaknya pain point pada bidang sektor kesehatan ini harusnya Indonesia sudah mampu mengembangkan lebih luas layanan kesehatan digital demi pemerataan kesehatan.

Pemerataan kesehatan memungkinkan terjadi lewat layanan kesehatan digital, Alodokter yang memiliki  lebih dari 26 juta pengguna aktif setiap bulannya, serta lebih dari 30 ribu dokter yang bergabung sejak berdiri tahun 2014. MyDoctors yang baru mulai April 2020 telah melayani lebih dari 950 pasien dan memiliki dokter spesialis sebanyak 70 lebih. Tinggal memikirkan bagaimana layanan kesehatan digital ini mampu menyentuh berbagai lapisan masyarakat.

Avatar

Ona Mariani

1 Komentar

Follow Kami

Jangan biarkan infomasi penting dan mendalam dari kami terlewatkan! Ikuti sosmed kami: