RT - readtimes.id

Yuk, Kenali Personal Boundaries dan Manfaatnya untuk Kesehatan Mental

Readtimes.id– Pernahkah kamu merasa seseorang terlalu mencampuri urusanmu, lalu kamu merasa risih akan hal itu? Atau sudah beranikah kamu untuk menolak dan mengatakan tidak terhadap sesuatu?. Hal tersebut dikenal dengan istilah  personal boundaries. 

Pada umumnya, personal boundaries atau personal space merupakan sebuah batasan bagi seseorang untuk berani mengatakan tidak terhadap sesuatu. Tak hanya itu, personal boundaries juga adalah aturan yang dibuat oleh seseorang dalam menemukan cara yang aman untuk memberi batasan dengan orang lain. 

Seperti yang telah dijelaskan Psikolog Rebecca S. Wijaya selaku psikolog klinis dan konselor sekolah. 

“Batasan yang dimaksud di sini bersifat luas, bukan hanya tentang bagaimana kita membatasi orang-orang untuk mengetahui lebih dalam mengenai diri kita, namun termasuk juga soal jarak kita dan seseorang ketika sedang mengobrol,” ujar Rebecca kepada readtimes.id, Kamis (10/2). 

Personal boundaries dianggap penting agar kita bisa membuat batasan dalam diri yang akan mempengaruhi kesehatan mental kita. Seperti personal boundaries pada lingkup pekerjaan. 

“Misal saya akan kerja dari Senin sampai Jumat, sedangkan untuk Sabtu dan Minggu saya tidak akan mengangkat telpon atau membahas apapun terkait pekerjaan. Hal tersebut termasuk personal boundaries,” ujar Rebecca.  

Personal boundaries memiliki sifat yang berbeda-beda, tergantung siapa subjeknya. Entah itu dengan orang tua, sahabat, atau pasangan, sebaiknya kita tidak menggunakan satu standar saja untuk personal boundaries. Sehingga untuk menghindari seseorang tersinggung dengan batasan yang kita lakukan kita harus tahu siapa subjeknya lalu menyesuaikan batasan yang dibuat.  

Dalam penerapannya, personal boundaries bisa menyebabkan munculnya sikap individualisme. Apabila personal boundaries seseorang terlalu besar, bisa saja ia menarik diri dari lingkungannya dan susah dijangkau. 

Untuk itu agar kamu tidak salah dalam memberikan batasan terhadap orang lain, berikut tips yang diberikan Rebecca sebelum menerapkan personal boundaries. 

  1. Adaptif

Terlebih dahulu ketahui untuk siapa personal boundaries itu, spesifikkan orang-orang yang dirasa dekat dan nyaman untuk berbagi. 

  1. Perhatikan norma dan etika 

Sebelum memberikan batasan, kita harus mengetahui norma dan etika tempat kita tinggal. Jangan sampai batasan yang dibuat terlalu besar malah akan jadi bumerang untuk kita. 

  1. Tahu tujuan personal boundaries

Tentu saja batasan yang dibuat harus bertujuan positif. Jangan terlalu berlebihan membatasi, karena bisa jadi kita kehilangan dukungan sosial.

Jadi, sebelum menerapkan personal boundaries kamu harus mengetahui siapa saja yang menjadi subjekmu. Agar orang-orang tetap merasa nyaman dengan batasan yang kamu buat.

Baca Juga : Rentan Dialami Kaum Muda, Yuk Kenali Duck Syndrom dan Cara Mengatasinya

Editor : Ramdhan Mawadda 

Avatar

Dewi Purnamasakty

Tambahkan Komentar

Follow Kami

Jangan biarkan infomasi penting dan mendalam dari kami terlewatkan! Ikuti sosmed kami: