RT - readtimes.id

Bertahan di Tengah Pandemi dengan Bisnis Beternak Ayam

Readtimes.id- Dunia perekonomian dan bisnis salah satu yang harus diperhatikanan, apalagi diera pandemi Covid-19. Banyak usaha kecil menengah yang jatuh. Tetapi banyak juga yang terbukti mampu bertahan, seperti usaha kecil menengah khususnya peternak unggas mandiri.

Peternak mandiri bukan hanya dituntut untuk bisa bertahan dari wabah, tetapi juga harus menghadapi para pengusaha integrator, termasuk penanam modal asing yang memiliki modal jauh lebih besar dalam industri perunggasan.

Peternak unggas dengan pola mandiri berbeda dengan perusahaan penanam modal asing. Peternak mandiri harus berani menanggung kerugian sendiri. Masyarakat memilih bermitra dengan perusahaan besar tidak khawatir lagi rugi dalam penjualan. Sebab perusahaan inti akan membeli ayam sesuai harga kontrak.

Perusahaan besar atau integrator memiliki bahan baku pakan, pabrik pakan, pabrik pembibitan, usaha budidaya komersial, rumah potong unggas, perusahaan koordinasi kemitraan, cold storage, processing serta ratusan outlet penjualan di berbagai kota besar.

Sulaiman Harfin S.Pt bergelut diusaha peternakan unggas termasuk ayam potong dan petelur ini, mengaku permintaan ayam menurun sekitar 40% sejak maraknya pandemi corona. “Omzet jelas berpengaruh nyata terhadap usaha dengan melemahnya perekonomian masyarakat. Khusus usaha yang saya jalankan omzetnya menurun,” ujarnya kepada readtimes.id, Sabtu, 30 Januari 2021.

Menurutnya, strategi dalam menghadapi hantaman Covid 19 ini, tentu butuh analisa yang tepat berdasarkan usaha yang dijalankan. Sektor peternakan yang sifatnya trading perlu penataan ulang terhadap customer.

Usaha Sulaiman yang dijalankan bersifat peternakan mandiri yaitu ayam potong sudah berjalan selama 6 tahunan, sedangkan petelur berjalan selama 1,5 tahun. Hingga saat ini tetap bertahan ditengah gempuran pandemi.

“Pandemi Covid-19, kendala umum yang dihadapi perputaran ekonomi melambat, dalam sektor usaha disebut cash flow melambat. Virus ini membuat permintaan pasar menurun drastis karena banyak sektor ekonomi seperti restoran, hotel, usaha katering dan usaha lain yang berkaitan dengan pengolahan daging ayam tidak beroperasi.,” tambahnya.

Dampak ekonomi dan menurunnya pendapatan keluarga dalam mengakses bahan pangan terutama asal ternak dengan harga terjangkau menjadi dua persoalan krusial yang penting ditengah wabah covid ini. Menurunnya serapan pasar terhadap produk ternak terutama karkas dan daging ayam yang disebabkan rendahnya daya beli.

Avatar

Ona Mariani

1 Komentar

Follow Kami

Jangan biarkan infomasi penting dan mendalam dari kami terlewatkan! Ikuti sosmed kami: