RT - readtimes.id

Gejala dan Penanganan Postpartum Depression yang Sering Dialami Orang Tua Baru

Readtimes.id– Melahirkan menjadi momen yang paling ditunggu seorang ibu. Namun siapa sangka, ketika sang ibu sudah melahirkan malah muncul perasaan stres dan bahkan depresi berlebihan.

Keadaan tersebut dinamakan postpartum depression atau disingkat dengan PPD, yaitu depresi yang terjadi setelah melahirkan. Postpartum depression akan berlangsung selama sebulan hingga setahun. Biasanya kondisi ini akan dialami sepuluh persen ibu melahirkan.

Gejala-gejala yang akan dialami penderita postpartum depression seperti pola tidur dan pola makan berubah, kelelahan secara berlebihan, emosi yang tidak teratur, tidak ingin bersosialisasi dengan kerabat, dan muncul perasaan ingin melukai diri sendiri.

Gejala-gejala depresi ini mirip dengan gejala baby blues, sehingga banyak orang mengira keduanya adalah kondisi yang sama dialami sang ibu. Namun, faktanya baby blues dan postpartum depression adalah hal yang berbeda.

Ayu Dewanti Putri M.Psi., Psikolog menjelaskan bahwa perbedaan keduanya ada pada rentan waktu seorang ibu mengalaminya.

“Bedanya adalah, kalau baby blues berlangsungnya singkat. Biasanya berlangsung selama 2 hingga 3 minggu dan akan hilang tanpa dilakukan perawatan. Sedangkan PPD berlangsungnya lama dan butuh penanganan psikolog atau psikiatri,” ujarnya di laman Youtube Victoria Zulkifly, dikutip pada Sabtu (26/3).

Tak hanya itu, postpartum depression akan mengganggu konsentrasi seorang ibu dalam mengasuh anaknya. Berbeda dengan baby blues di mana sang ibu akan tetap bisa mengurus anaknya meskipun sedang mengalami hal tersebut.

Bukan hanya sang ibu yang bisa terkena postpartum depression, seorang ayah juga bisa mengalaminya. Terkadang postpartum depression yang dialami sang ayah dipicu oleh keadaan ekonomi keluarga.

Psikolog Ayu Dewanti memberikan tips saat ayah atau ibu mengalami kondisi ini.

Caranya adalah mencari dukungan pada orang terdekat, makan makanan mengandung nutrisi, istirahat yang cukup, berolahraga dan melakukan peregangan untuk mengeluarkan hormon dopamine. Selain itu, menyegarkan diri dengan keluar rumah atau berkunjung ke rumah saudara, dan menyediakan waktu untuk sendiri.

Jika cara tersebut sudah dilakukan namun gejalanya belum kunjung reda, segeralah melakukan konsultasi dengan psikolog atau psikiatri untuk mendapatkan perawatan yang cocok.

Jadi, menjaga kesehatan mental terutama bagi ibu dan ayah sangat penting dan akan berpengaruh pada perkembangan anak.

Editor : Ramdha Mawaddha

Baca juga : Bahaya Mom Shaming yang Rentan Dialami Mama Baru

Avatar

Dewi Purnamasakty

Tambahkan Komentar

Follow Kami

Jangan biarkan infomasi penting dan mendalam dari kami terlewatkan! Ikuti sosmed kami: