RT - readtimes.id

FAISAL ODDANG: Sastra dan Zaman

Pandemi kini terbukti sangat mempengaruhi kehidupan kita dari segala aspek, tapi satu hal yang pasti, manusia adalah mahluk yang sangat adaptable, terkhusus dalam hal beride dan berkarya, salah satunya adalah sastra, dimana manusia mengungkapkan ide, hasrat dan imaginasinya melaui sebuah tulisan atau lisan yg artistik.

Karya sendiri adalah sesuatu yang bebas dan dapat tercipta dari situasi dan keadaan apapun, seperti yang di katakan penyair Sapardi Djoko Damono. Pandemi bukanlah penghalang untuk tetap menulis karena “Imajinasi Tidak bisa di Kurung”, begitulah bagaimana salah satu sastrawan ternama Indonesia menyemangati kita untuk terus berkarya . Pada dasarnya, karya sastra monumental dilahirkan ketika manusia mengalami peristiwa yang tidak mudah.

Seperti juga dengan Faisal Odading, “Tidak ada yang begitu berbeda, saya membaca dan menulis masih seperti biasanya, karena memang dua hal tersebut tidak perlu melibatkan orang lain, kecuali beberapa hal yang sedikit berubah: saya tidak pernah lagi ke toko buku, atau ke perpustakaan selama pandemi, tetapi perubahan itu tidak berpengaruh banyak karena buku bisa dipesan daring, dan bacaan-bacaan bisa diakses di internet”.

Menunjukkan bahwa karya adalah hasil dari sebuah ide dari dalam diri kita sendiri, tentu dengan ketekunan dalam menambah ilmu salah satunya melalui literatur-literatur yang cukup mudah terjangkau di masa modern kini.

Faisal Oddang sendiri adalah seorang penulis asal Sulawesi Selatan. Ia aktif melahirkan karya-karya sastra berupa puisi-puisi, cerpen, dan novel. Sebagian besar karya yang ditulisnya bertema tentang tradisi dan adat istiadat di Sulawesi, tanah kelahirannya.

Namun dibalik perkembangan kita dalam menghasilkan ide dan terobosan-terobosan baru kini, berjalan lurus dengan lahirnya segala macam hiburan hiburan baru sebagai alternatif penyalur jati diri. Baik itu sosial media ataupun produk- produk elektronik dunia modern yang menggaet dan mengahlikan pandangan serta apresiasi kita terhadap karya-karya seni dan sastra, terkhusus bagi kaum muda di masa modern kini.

Faisal Oddang sendiri beranggapan bahwa “justru itu merupakan suatu peluang untuk menciptakan kemungkinan-kemungkinan media baru dan capaian estetik karya sastra yang berkembang” mepertegas bahwa karya-karya sastra baru dapat lahir dimana dan bagaimanapun.

Dengan realita kini apakah aparesiasi dan regenerasi dalam dunia sastra dapat bertahan dan terus berkembang?

Avatar

Fransiska Ignasia

313 Komentar