RT - readtimes.id

Mengapa Sinetron Ikatan Cinta Tetap Viral?

Readtimes.id– Di tengah persoalan pandemi yang kian rumit, ada satu karya yang lahir dan berhasil memikat hati penonton Indonesia. Ikatan Cinta, sinetron yang dinilai memiliki pengaruh besar dalam dunia persinetronan.

Lihat saja, beberapa brand besar kini menggaet pemeran utamanya sebagai brand ambassador. Amanda Manopo dan Arya Saloka kini kerap muncul di iklan lewat gawai kita.

Kepopuleran sinetron ini tidak lepas dari peran ibu-ibu di rumah sebagai penunggu setia tontonan malam yang diproduksi MNC Pictures itu. Perkumpulan mereka rasanya tidak lengkap kalau belum membahas kisah Andin dan Mas Al, tokoh utama dalam sinetron Ikatan Cinta. Bahkan tidak jarang menemukan akun penggemar mereka di sosial media yang kerap mengunggah hal-hal berkaitan dengan sinetron.

Ikatan Cinta berkisah tentang perempuan bernama Andin yang menikah dengan lelaki bernama Aldebaran. Pernikahan mereka terjadi berdasarkan dendam yang dirasakan Al sebab kematian adiknya Roy. Andin, dituduh sebagai pelaku atas kematian Roy. Cerita bergulir pada titik tersebut.

Jika diperhatikan seksama, sinetron ini bisa dikatakan sedikit lebih baik dari pada sinetron yang lainnya. Tak heran bila kesan berbeda bisa ditangkap oleh penonton. Tokoh-tokoh dalam Ikatan Cinta tidak begitu berlebihan. Si antagonis tidak memuakkan, begitu pula si protagonis tidak begitu lemah tak berdaya sampai harus dihujat sejuta netizen.

Alur cerita juga terbilang masih fokus pada tokoh Andin dan Aldebaran. Di beberapa sinetron Indonesia, sering kali kita menemukan cerita tokoh utama malah berakhir bahkan nyaris tidak lagi diceritakan dan sinetronnya tetap tayang.  Sebut saja sinetron Tukang Bubur Naik Haji. Walaupun sudah diwafatkan dalam cerita, sinetronnya tetap berlanjut tanpa si tokoh utama.

Namun begitu, dari perjalanan sinetron yang  tayang perdana pada Oktober 2020 itu, ada satu hal yang menggelitik perut. Tepatnya saat seorang pejabat negara bercuit soal sinteron ini.

Dalam cuitannya, Mahfud MD secara terbuka mengatakan “PPKM memberi kesempatan kepada saya nonton serial sinetron Ikatan Cinta. Asyik juga sih, meski agak muter-muter. Tapi pemahaman hukum penulis cerita kurang pas. Sarah yang mengaku dan minta dihukum karena membunuh Roy langsung ditahan. Padahal pengakuan dalam hukum pidana itu bukan bukti yang kuat,” terang  Mahfud MD di akun twitternya.

Ia melanjutkan, bahwa dalam hukum pidana tak sembarang orang mengaku lalu ditahan. Kalau demikian, dikemudian hari akan banyak  orang berbuat jahat lalu menyuruh (membayar) orang untuk mengaku sebagai pelaku. Sementara, pelaku sebenarnya bisa  bebas, selamat sentosa.

Sontak kolom komentar milik Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan Republik Indonesia 2019-2024 itu dipenuhi oleh warganet. Umumnya, komentar yang ada bernada satir. Ada juga yang menyarankan untuk menonton film Narcos di Netflix, film yang memotret  kartel narkoba yang memiliki kekuasaan sampai bisa mengendalikan pemerintahan lewat politisi titipan.

Reaksi Mahfud MD akan kasus hukum di sinetron Ikatan Cinta agaknya dapat dijadikan sebagai data awal bahwa segolongan orang tidak begitu menyimak sinetron yang mereka tonton. Loh, bukannya memang ada negara demikian? Hukumnya bisa dibeli oleh mereka yang berlebih.

Editor: Ramdha Mawaddha

Avatar

Ayu Ambarwati

Tambahkan Komentar

Follow Kami

Jangan biarkan infomasi penting dan mendalam dari kami terlewatkan! Ikuti sosmed kami: