RT - readtimes.id

Sepuluh Muharram bagi Bugis Makassar

Readtimes.id– Bulan Muharram adalah pembuka tahun hijriah dalam Islam. Sebagai bentuk perayaan, umat Islam di seluruh dunia umumnya menggelar dzikir maupun doa bersama. Di tempat-tempat tertentu, terkhusus Indonesia punya cara sendiri menyambut tahun baru Islam sesuai budaya daerah yang melekat.

Mengintip daerah di timur Indonesia, Sulawesi Selatan. Lebih spesifik oleh suku Bugis Makassar yang memiliki tradisi tersendiri dan terbilang unik. Tepat pada 10 Muharram, orang-orang akan menyerbu pasar maupun pusat perbelanjaan. Kedatangan mereka bukan karena diskon besar-besaran melainkan sebuah tradisi yang sejak dahulu dilakukan.

Masyarakat terutama ibu-ibu memenuhi pasar dan toko untuk membeli alat perabotan rumah tangga. Perlengkapan rumah tangga yang dibeli umumnya berbahan plastik. Seperti gayung atau populer mereka sebut sebagai sero’ dalam bahasa lokal, baskom dan ember. Walau demikian ada juga yang membeli selain dari tiga jenis perabotan tadi.

Tradisi memborong perabotan diyakini bisa mendatangkan rezeki dan mendapatkan keberkahan. Harapan itu tergambarkan dalam wadah yang dibeli. 

“Mammiraje’,” kata salah seorang warga Bulukumba yang tergabung dalam diskusi online via chat dengan tim readtimes.id. Ia membenarkan bahwa ketika 10 Muharram tiba, orang-orang akan ke pasar untuk membeli perabotan yang dinilai penting.

Ada juga yang memperingati dengan berpuasa di hari tertentu dalam bulan Muharram dan bentuk-bentuk perayaan lainnya. Hal demikian adalah sebuah hasil dari bagaimana agama melebur ke dalam budaya.

Tidak menutup kemungkinan ada banyak lagi hal unik lainnya mengenai tradisi merayakan tahun baru Islam di beberapa tempat yang ada di Indonesia. Keberagaman yang dimiliki menjadi kewajaran jika diberbagai tempat punya tradisi sendiri dalam merayakan sesuatu termasuk tahun baru Islam.

Tahun ini, orang Bugis Makassar harus melewati 10 Muharram dengan pandemi. Dalam menjalankan sebuah tradisi di masa kini, kita semua harus menjalankannya tetap mematuhi protokol kesehatan.

Editor: Ramdha Mawaddha

Avatar

Ayu Ambarwati

1 Komentar

Follow Kami

Jangan biarkan infomasi penting dan mendalam dari kami terlewatkan! Ikuti sosmed kami: