RT - readtimes.id

M.F.A; Seni Balas Dendam

Saat ini kasus pelecehan seksual menjadi kasus yang banyak menimpa perempuan, kasus yang sering kali dianggap tabu, diabaikan, dan seringkali ditutupi tanpa mempertimbangkan korban pelecehan seksual. Tidak sedikit penyintas yang mengalami trauma akibat pelecehan dan kekerasan seksual yang didapatkannya.

Pelakunya pun seringkali lolos begitu saja tanpa di proses hukum bahkan lebih sulit jika pelakunya memiliki suatu jabatan yang tinggi, bisa jadi kasus pelecehan dan kekerasan sesksual ini tidak akan pernah terungkap. Para penyintas juga mencoba mencari cara agar pelaku pemerkosaan di hukum setimpal dengan perbuatannya.

M.F.A menjadi salah satu film tentang balas dendam terhadap pelaku pemerkosaan, naskah film yang ditulis oleh Leah McKendrick dan disutradarai oleh Natalia Leite. Film ini terinspirasi dari realita yang ada, para perempuan mendapatkan kekerasan seksual di kampus. Film ini begitu membuka pemikiran bagi kaum perempuan untuk lebih terbuka dan berbagi pengalaman tentang kekerasaan seksual yang pernah dialami. Masih banyak yang masih terdiam jika berada dalam posisi seperti itu dan membuat para perempuan tidak punya tempat untuk membicarakannya atau menemukan keadilan.

M.F.A menawarkan karakter perempuan yang kuat terhadap dominasi laki-laki, serta membahas kontroversi kekerasaan seksual. Awal terjadi pada karakter pemeran utama sebagai perempuan yang menjadi penuntut balas dendam yang melakukan kampanye berdarah terhadap pemerkosa dirinya sendiri dan orang lain.

“Noelle”, mahasiswa seni  Balboa University. Noelle sedang mengerjakan tugas tesisnya, di sisi lain ia menyukai seorang mahasiswa bernama Luke yang diperankan oleh Peter Vack. Noelle yang senang ketika Luke mengundangnya ke pesta di tempanya, tetapi segera setelah ia tiba, dia memikatnya ke dalam kamar dan dengan kejam menyerangnya, Luke semakin menggerayangi Noelle walaupun Noelle sudah mengatakan tidak dan memberontak.

Kasus seperti itu pernah terjadi pada temannya dan ia melapor ke pihak sekolah, apa yang diharapkan tidak sesuai, semua orang hanya berbalik menyalahkannya, menganggapnya murahan dan gila. Noelle tertekan dan marah, akhirnya ia melakukan satu hal yang menurutnya akan memperbaiki situasi, ia mendatangi Luke untuk membutnya meminta maaf, tapi Luke menolak karena ia melihat itu sebagai hal yang wajar. Kemudian terjadi pergulatan di antara mereka berdua yang akhirnya tanpa sengaja Luke terjatuh dari pagar tang dan kemudian meninggal.

Pada awalnya, Noelle terkejut dan secara tak terduga ia menyalurkan traumanya kedalam karyanya. Tetapi ketika dia mengetahui tentang pemerkosaan berkelompok yang direkam oleh tiga laki-laki di kampusnya, ia memutuskan mengambil tindakan sendiri.  Memburu predator seks lainnya di kampus, Noelle percaya bahwa sistem hukum telah mengecewakannya dan satu-satunya cara yang ia lakukan adalah membunuh pemerkosa lainnya.

Penasaran dengan karakter Noelle, yuk nonton film M.F.A. Bagaimana menurut kalian tentang hukuman yang pantas bagi para pemerkosa? Agar tidak ada lagi yang menjadi korban.

Avatar

Fransiska Ignasia

518 Komentar

Follow Kami

Jangan biarkan infomasi penting dan mendalam dari kami terlewatkan! Ikuti sosmed kami: